Minggu, 03 Januari 2016

PENGARUH INTERNET TERHADAP MEADALAM SEKTOR PARIWISATA


Ayu Nurmala Sari
Dhiah Ayu Surya
Dian Anggriany Eka Putri
Diah Ayu Muktiningtyas
Dina Rohmah
1.         Pendahuluan

Di era globalisasi ini, banyak negara-negara membuat perjanjian baru untuk memajukan berbagai sektor di negara tersebut seperti yang dilakukan di kawasan ASEAN (Asia Tenggara) yang baru-baru ini membentuk perjanjian bernama MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) yang memusatkan pada perekonomian ASEAN. Disini kami akan menjelaskan pengaruh Internet dalam MEA. Internet merupakan jaringan komputer yang saling terhubungantara satu komputer dan komputer lain yang membentuk sebuah jaringan komputer di seluruh dunia,sehingga dapat saling berinteraksi,berkomunikasi, saling bertukarInformasi atau tukar menukar data. MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) adalah sebuah integrasi ekonomi ASEAN dalam menghadapi perdagangan bebas antar negara-negara ASEAN. Seluruh negara anggota ASEAN telah menyepakati perjanjian ini.

2.         Hasil dan Pembahasan

Internet merupakan singkatan dariinterconnected networking yang berarti jaringan komputer yang saling terhubung antara satu komputer dengan komputer yang lain yang membentuk sebuah jaringan komputer di seluruh dunia, sehingga dapat saling berinteraksi, berkomunikasi, saling bertukar informasi atau tukar menukar data.

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 (bahasa Inggris: ASEAN Economic Community (AEC)) adalah sebuah integrasi ekonomi ASEAN dalam menghadapiperdagangan bebas antarnegara-negara ASEAN.

Perkembangan internet juga penting dimanfaatkan untuk pembenahan sistem basis data dan pelayanan publik terutama menghadapi pemberlakuan MEA 2015. Hal tersebut juga penting guna menyiapkan sistem yang dapat lebih memperkuat daya saing produk hasil produksi masyarakat Indonesia menjadi lebih kompetitif di pasaran internasional.
Indonesia adalah salah satu negara terbesar populasinya yang ada dikawasan ASEAN sehingga, Indonesia mempunyai kekuatan ekonomi yang cukup bagus, pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia (45%) setelah China dan India. Ini akan menjadi penanaman modal yang penting untuk mempersiapkan masyarakat Indonesia menuju MEA 2015. Pembentukan pasar tunggal yang diistilahkan dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini nantinya akan memungkinkan satu negara menjual barang dan jasa dengan mudah dan terjamin kenegara di seluruh Asia Tenggara, sehingga persaingan MEA di tahun ini  akan semakin ketat. Menghadapi perkembangan era globalisasi ini, tentu saja mempengaruhi kesiapan negara Indonesia untuk menghadapinya. Persaingan ketat di tahun ini , pasti juga memacu persiapan bangsa ini. MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) akan di bentuk oleh Indonesia dan negara-negara di wilayah Asia Tenggara. Pembentukan MEA ini, untuk menjadikan perekonomian di Asean menjadi lebih baik, serta mampu bersaing dengan negara yang perekonomiannya lebih maju dibanding dengan kondisi negara Asean saat ini. Disamping hal ini, juga menjadikan posisi Asean menjadi lebih strategis di kancah Internasional. Organisasi Perburuhan Dunia, ILO pun juga menyebutkan bahwa, adanya pembentukan MEA 2015 akan mendatangkan manfaat yang sangat besar. Saat ini, lebih di fokuskan pada negara-negara di kawasan Asia Tenggara yang akan dijadikan sebuah wilayah kesatuan pasar dan basis produksi. Selain itu, dengan terbentuknya Masyarakat Ekonomi Asean, dapat menggerakkan ekonomi rakyat di wilayah Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Karena, mengenai kesiapan Indonesia dalam menyongsong terealisasinya MEA bisa dikatakan siap. Harapan ini dikembangkan dalam suatu strategi pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan sektor pariwisata yang berbasis kerakyatan atau Community Based Tourism Development (CBT).
Dengan adanya konsep CBT, dapat mendukung kegiatan pariwisata yaitu, Adventure Travel, Cultural Travel, Ecotourism. Bank Dunia yakin bahwa, peningkatan wisataAdventure, Ecologi and cultural, mampu meningkatkan pendapatan masyarakat serta memelihara kesenian yang masih berbasis kebudayaan daerah tersebut. CBT ini merupakan konsep ekonomi kerakyatan disektor riil yang langsung dilaksanakan oleh masyarakat dan hasilnya pun akan dinikmati oleh mereka. Pemerintah perlu meberikan perhatian yang khusus kepada Wismawan Domestik (Wisnus) yang peranannya sangat besar dalam mengembangkan objek wisata yang nantinya dapat menarik perhatian untuk dikunjungi oleh Wisata Mancanegara (Wisman). Dengan banyaknya Wisnus yang berkunjung di suatu objek pariwisata, maka semakin terkenal pula objek pariwisata tersebut, sehingga menjadi suatu ajang promosi yang menarik untuk dikunjungi Wisman. Event-event pariwisata harus disusun secara konsisten, sehingga dapat dijadikan acuan para pelaku pariwisata menjual ke pasar pariwisata dunia. Selain itu, prasarana dalam objek wisata terbukti harus ditingkatkan, terutama dalam hal kebersihan, keamanan, kesehatan, dan juga kenyamanan yang mempunyai point-point tersendiri untuk menjadi andalan objek wisata yang selalu dikunjungi oleh Wisman tentunya. Menghadapi tantangan dan peluang MEA ini, telah dilakukan pula perubahan peran pemerintah dibidang pariwisata sebagai pelaksana pembangunan, dan saat ini lebih difokuskan hanya kepada tugas-tugas pemerintahan terutama sebagai fasilitator agar kegiatan pariwisata yang dilakukan oleh swasta dapat berkembang lebih pesat secara efesien maupun efektif.
Di samping jumlah Wisman yang semakin meningkat, sehingga pola konsumsi dari para wisatawan atau consumers-behaviour-pattern akan mengalami perubahan-perubahan pola wisata ini, perlu segera disikapi dengan berbagai strategi pengembangan produk pariwisata maupun promosi baik disisi pemerintah maupun swasta. Dibidang budaya harus dirintis kembali pengembangan dan peningkatan kehidupan kebudayaan dikalangan masyarakat secara rutin dan berkesinambungan di berbagai tingkatan daerah sejak desa sampai ke perkotaan. Dari catatan yang telah ada, culture and heritage ini adalah “nyawanya” atau “roh” dari kegiatan pariwisata Indonesia, tentunya juga sebagai pendobrak dalam pengembangan sektor pariwisata dalam menghadapi MEA 2015. Tanpa adanya budaya, maka pariwisata di Indonesia ini akan terasa hambar dan kering, dan tidak akan memiliki daya tarik untuk dikunjungi oleh Wisata Domestik (Wisnus) tentunya juga tidak akan menjadi daya tarik bagi Wisata Mancanegara (Wisman) yang berkunjung disetiap objek wisatdi Indonesia.
Kelompok besar Negara penyumbang wisatawan dunia yakni Amerika Serikat, Jerman, Jepang, dan Inggris yang berkisar sekitar 45 % dari pendapatan pariwisata dunia. Apalagi dalam hal teknologi, keempat Negara ini merupakan Negara terbesar penggunaan teknologi di kancah Internasional. Dengan adanya internet, informasi yang dibutuhkan untuk suatu perjalanan wisata tersedia terutama dalam bentuk World Wide Web atau yang biasa disebut dengan istilah WWW. Sehingga, hal ini menjadi sangat penting dalam industri pariwisata. Mengapa ? Hal ini karena, produk ataupun jasa yang diinginkan disektor pariwisata tidak muncul ataupun Exist pada saat kejadian ini berlangsung. Sehingga, bisnis pariwisata ataupun dalam pengembangan sektor pariwisata adalah menggunakan rumus kepercayaan. World Wide Web atau WWW, merupakan suatu informasi pariwisata yang dapat dicari melalui jalur Web dan sangat bermanfaat bagi masyarakat ASEAN, khususnya dalam mendidik anak-anak di seluruh Asia Tenggara. Harus diyakini bahwa Web adalah saluran ideal dan alat yang ampuh untuk mempromosikan daerah tujuan wisata, dengan biaya yang sangat murah. Namun, dalam berkompetisi ini harus diperhatikan. Karena, merupakan senjata bagi masyarakat ASEAN tentunya.
3.       Kesimpulan
Dengan adanya MEA dan Indonesia menjadi salah satu negara  di Asia yang ikut andil dalam MEA ini tentunya menjadi wadah yang sangat  penting untuk mempersiapkan kemajuan perekonomian di Indonesia. Di dalam MEA itu sendiri persaingan ketat dalam penjualan barang dan jasapun pasti terjadi, sebagai negara yang pertumbuhan ekonominya tertinggi setelah China dan India tentunya Indonesia tetap mempersiapkan masyarakat menuju MEA ini. Pembentukan  MEA ini bertujuan untuk menjadikan perekonomian  di wilayah ASEAN ini menjadi lebih baik dan juga mampu bersaing dengan negara yang perekonomiannya lebih maju dibanding dengan kondisi perekonomian di Asia Tenggara ini. Seperti yang disebutkan oleh ILO bahwa adanya pembentukan MEA ini akan mendatangkan manfaat yang sangat besar. Mengenai kesiapan Indonesia dalam MEA ini bisa dikatakan siap. Hal ini suatu strategi  pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan di sektor pariwisata yang berbasis kerakyatan atau Community Based Tourism Development (CBT) . Dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN ini, tentunya juga Indonesia meningkat daya produksi dan juga industri dan jasa di bidang parwisata. Jadi, pemerintah harus mengembangkan atau mengadakan pengembangan kebudayaan daerah agar mampu menjadi daya tarik masyarakat domestik maupun masyarakat mancanegara.

4.       Ucapan Terimakasih
Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat TUHAN Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan karunia-Nya, sehingga kami diberi kesempatan untuk menyusun makalah yang berjudul “PENGARUH INTERNET TERHADAP MEA DALAM SEKTOR PARIWISATA” siap pada waktunya.
Makalah ini diajukan sebagai salah satu tugas pada mata kuliah Pengenalan Teknologi Informasi.
Dalam penyusunan makalah ini, penyusun mengalami banyak kendala, hambatan, dan kesulitan. Namun, berkat pertolongan TUHAN Yang Maha Esa serta dorongan dan bantuan semua pihak, sehingga makalah ini dapat terselesaikan.
Kami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan yang ada. Oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak sangat kami harapkan demi perbaikan dan kesempurnaan makalah ini, sebagai tambahan wawasan untuk menggapai keberhasilan.
Kiranya makalah ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca, dan atas perhatian dan kerja sama yang baik, diucapkan terima kasih.

5.       Daftar Pustaka

https://nessaifana.wordpress.com/bab-1-pengertian-internet-dan-intranet/

                https://azizahzahra123.wordpress.com/2015/02./16/puisi-kecilku-kelinciku/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar